Berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Banda Aceh, museum ini buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 10.00-12.00 dan 15.00-17.00. Bangunannya bergaya rumah panggung ini cukup unik karena apabila dipandang dari jarak jauh menyerupai kapal laut dengan cerobongnya. Arsitektur museum ini menggabungkan rumoh Aceh bertipe panggung dengan konsep escape building hill berupa bukit untuk evakuasi bencana tsunami.
Saat libur lebaran museum ini cukup ramai dikunjungi masyarakat
yang ingin mengingat bagaimana dahsyatnya bencana tsunami 2004. Masyarakat banyak yang membawa makanan untuk kemudian disantap bersama di sekitaran museum ini. Semilir angin sejuk akan membuat betah berlama-lama berada di sini. Dari belakang gedung dapat melihat pemandangan kuburan Belanda atau Kerkhoff Peutjut.
Apabila Anda perhatikan sekilas bangunan museum ini nampak seperti perahu lengkap dengan cerobong asapnya. Dinding seperti anyaman bambu. Mendekat dan masuklah ke dalamnya dan temukan tiang-tiang kokoh menopang bangunan ini seperti konsep rumah tradisional Aceh.
Dari bangunannya tersirat nilai-nilai religi yang dapat Anda perhatikan seksama. Seperti ruang yang disebut The Light of God yaitu ruang yang berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya ke atas sebuah lubang berupa lafaz Allah. Dinding sumur silinder bernama Sumur Doa (Chamber of Blessing) memuat nama-nama korban tsunami yang berhasil diidentifikasi.
Anda dapat mencoba merasakan gempa dengan berbagai tingkat kekuatan di bangunan simulasi gempa atau shaking table. Tingkatan kekuatan yang dapat dirasakan dari vertical level 3-8 dan horizontal 3-8.
Amati juga bagaimana museum juga memiliki escape hill yaitu sebuah taman berbentuk bukit yang difungsikan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan apabila datang banjir atau tsunami.
Ada pula the hill of light yang dipenuhi ratusan tiang. Di sini Anda dapat meletakkan karangan bunga. Memorial hill di ruang bawah tanah dilengkapi dengan ruang pameran yang dapat Anda lihat-lihat. Selain itu, terdapat ruangan yang dirupakan sebagai gua yang gelap disertai aliran air.
Di dalam gedung museum terdapat kolam luas yang indah dengan jembatan di atasnya yang dinamakan Jembatan Perdamaian. Jembatan ini menggambarkan Aceh setelah tsunami yang berdamai dari konflik. Jika Anda melihat ke bagian atas jembatan maka terdapat tulisan “Damai” dalam beberapa bahasa asing seperti Arab Saudi (Assalammualaikum), Hongaria (Beket), dan Perancis (Palx). Di sekeliling kolam terdapat beberapa prasasti berupa batu bulat yang bertuliskan negara-negara yang telah memberikan bantuan bencana di Aceh.
Museum dibuka pada hari Senin-Kamis dan Sabtu-Minggu pukul 9.00-12.00 dan 14.00-16.30. Sedangkan hari Jumat museum tidak dibuka. Untuk masuk museum Anda tidak perlu membayar tiket dan tidak dikutip biaya apapun kecuali untuk menyaksikan tayangan 4D.
Saat libur lebaran museum ini cukup ramai dikunjungi masyarakat
yang ingin mengingat bagaimana dahsyatnya bencana tsunami 2004. Masyarakat banyak yang membawa makanan untuk kemudian disantap bersama di sekitaran museum ini. Semilir angin sejuk akan membuat betah berlama-lama berada di sini. Dari belakang gedung dapat melihat pemandangan kuburan Belanda atau Kerkhoff Peutjut.
Apabila Anda perhatikan sekilas bangunan museum ini nampak seperti perahu lengkap dengan cerobong asapnya. Dinding seperti anyaman bambu. Mendekat dan masuklah ke dalamnya dan temukan tiang-tiang kokoh menopang bangunan ini seperti konsep rumah tradisional Aceh.
Dari bangunannya tersirat nilai-nilai religi yang dapat Anda perhatikan seksama. Seperti ruang yang disebut The Light of God yaitu ruang yang berbentuk sumur silinder yang menyorotkan cahaya ke atas sebuah lubang berupa lafaz Allah. Dinding sumur silinder bernama Sumur Doa (Chamber of Blessing) memuat nama-nama korban tsunami yang berhasil diidentifikasi.
Anda dapat mencoba merasakan gempa dengan berbagai tingkat kekuatan di bangunan simulasi gempa atau shaking table. Tingkatan kekuatan yang dapat dirasakan dari vertical level 3-8 dan horizontal 3-8.
Amati juga bagaimana museum juga memiliki escape hill yaitu sebuah taman berbentuk bukit yang difungsikan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan apabila datang banjir atau tsunami.
Ada pula the hill of light yang dipenuhi ratusan tiang. Di sini Anda dapat meletakkan karangan bunga. Memorial hill di ruang bawah tanah dilengkapi dengan ruang pameran yang dapat Anda lihat-lihat. Selain itu, terdapat ruangan yang dirupakan sebagai gua yang gelap disertai aliran air.
Di dalam gedung museum terdapat kolam luas yang indah dengan jembatan di atasnya yang dinamakan Jembatan Perdamaian. Jembatan ini menggambarkan Aceh setelah tsunami yang berdamai dari konflik. Jika Anda melihat ke bagian atas jembatan maka terdapat tulisan “Damai” dalam beberapa bahasa asing seperti Arab Saudi (Assalammualaikum), Hongaria (Beket), dan Perancis (Palx). Di sekeliling kolam terdapat beberapa prasasti berupa batu bulat yang bertuliskan negara-negara yang telah memberikan bantuan bencana di Aceh.
Museum dibuka pada hari Senin-Kamis dan Sabtu-Minggu pukul 9.00-12.00 dan 14.00-16.30. Sedangkan hari Jumat museum tidak dibuka. Untuk masuk museum Anda tidak perlu membayar tiket dan tidak dikutip biaya apapun kecuali untuk menyaksikan tayangan 4D.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar